Sopir Pelabuhan Belawan Hadapi Pungli dan Tanpa Jaminan Sosial

Kesejahteraan pengemudi angkutan logistik di Pelabuhan Belawan dinilai masih terabaikan. Para sopir mengeluhkan minimnya jaminan sosial, beban kerja

Editor: Admin
Ketua Dewan Pengawas Koperasi Jasa Pengemudi Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan Sentris (Kop JPAK PBS), Patar Panjaitan. (foto/ist)
BELAWAN – Kesejahteraan pengemudi angkutan logistik di Pelabuhan Belawan dinilai masih terabaikan. Para sopir mengeluhkan minimnya jaminan sosial, beban kerja tinggi, hingga praktik pungutan liar (pungli) yang dinilai memberatkan aktivitas mereka di kawasan pelabuhan.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengawas Koperasi Jasa Pengemudi Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan Sentris (Kop JPAK PBS), Patar Panjaitan, saat ditemui di Belawan, Senin (2/2/2026).

Menurut Patar, pengemudi logistik merupakan tulang punggung distribusi barang dan roda perekonomian nasional. Namun hingga kini, perhatian terhadap perlindungan dan kesejahteran mereka masih minim.

“Pengemudi angkutan logistik pelabuhan adalah aset vital. Kalau kesejahteraannya diabaikan, tentu berpotensi menimbulkan gejolak yang bisa mengganggu aktivitas pelabuhan,” ujarnya.

Ia menyebut, banyak sopir belum memiliki jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Selain itu, mereka juga menghadapi tekanan kerja tinggi serta berbagai biaya tambahan yang dinilai membebani.

Patar meminta para pemangku kepentingan, seperti Organda Angsuspel, ALFI/ILFA, Asdeki, PT Pelindo Regional I, dan KSOP Utama Belawan, duduk bersama mencari solusi konkret bagi para pengemudi.

“Kami berharap ada perhatian nyata, mulai dari jaminan sosial, perumahan bagi sopir, hingga subsidi perpanjangan SIM. Jangan sampai pengemudi terus termarginalkan,” katanya.

Ia menegaskan, sebagai pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia dan pintu gerbang perekonomian Sumatera Utara, Belawan seharusnya mampu memberikan perlindungan yang layak bagi para pekerja sektor logistik.[awal yatim]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com