![]() |
| Tim Inafis Polres Batu Bara bersama Polsek Labuhan Ruku melakukan visum jenazah korban di rumah sakit terdekat. (foto/ist) |
Kasus tersebut kini ditangani personel Polsek Labuhan Ruku, jajaran Polres Batu Bara, yang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Kapolsek Labuhan Ruku, Cecep Suhendra, melalui Kanit Reskrim BZ Damanik, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti.
“Kami masih mendalami kasus ini untuk memastikan latar belakang dan penyebab korban mengakhiri hidupnya. Kami juga berkoordinasi dengan keluarga serta tokoh masyarakat setempat,” ujar Damanik.
Berdasarkan keterangan saksi, jasad korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Ahmad Sayuti, yang hendak memanggil korban untuk bekerja memperbaiki rumah. Karena tidak ada respons, saksi mengintip ke dalam rumah dan melihat korban sudah tergantung menggunakan tali nilon di tiang ayunan bayi.
Pihak keluarga korban yang berasal dari Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah mendatangi kantor polisi dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga meminta agar tidak dilakukan autopsi serta membuat pernyataan tertulis bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami tekanan psikologis atau masalah pribadi agar segera mencari bantuan keluarga, tokoh masyarakat, maupun layanan kesehatan terdekat. [subari]
