![]() |
| Jelang Idul Fitri 1447 H, Wali Kota Medan Rico Bayu Waas Sidak Pasar. (foto/ist) |
Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy B. Hutabarat, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pasar Petisah. Di pasar tradisional tersebut, Rico Waas menyambangi langsung lapak pedagang yang menjual berbagai komoditas seperti sayuran, daging ayam, daging sapi, beras, dan telur.
Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan pedagang untuk mengetahui kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.
Selain Pasar Petisah, rombongan juga meninjau Pasar Sei Sikambing serta Supermarket Berastagi di Jalan Gatot Subroto.
Rico Waas mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih cukup terjaga. Bahkan, harga daging sapi saat ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Menurut para pedagang, ada penurunan harga seperti daging ayam. Sedangkan daging sapi masih stabil di kisaran Rp135.000 per kilogram, bahkan lebih baik dibanding tahun lalu yang mencapai Rp150.000 hingga Rp155.000,” ujar Rico Waas.
Namun demikian, ia mengakui terdapat sedikit kenaikan harga pada komoditas cabai merah. Meski begitu, harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami sudah meminta PD Pasar untuk mengecek penyebab kenaikan cabai merah dan segera melakukan intervensi agar harganya dapat kembali ditekan,” katanya.
Rico Waas juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Idulfitri. Ia memastikan pasokan pangan di Kota Medan dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup baik. Saya sudah instruksikan jajaran PD Pasar untuk terus memantau pergerakan pasokan agar tidak terjadi kekosongan barang di pasar,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Medan juga bekerja sama dengan Bank Indonesia menghadirkan program stimulus bagi masyarakat sekaligus sosialisasi penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, menjelaskan masyarakat dapat membeli satu kilogram daging sapi atau satu kilogram daging ayam menggunakan QRIS dengan tambahan pembayaran Rp1 untuk mendapatkan bonus.
“Jika membeli daging sapi satu kilogram menggunakan QRIS, masyarakat akan mendapat bonus karkas sekitar satu kilogram. Sementara untuk pembelian satu kilogram ayam, pembeli akan mendapat tambahan 10 butir telur,” ujar Rudy.
Sementara itu, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan mengatakan pihaknya akan memperkuat komunikasi antara pedagang dan distributor guna menjaga kelancaran rantai pasok, khususnya terkait kenaikan harga cabai merah.
“Pak Wali Kota ingin agar pedagang tidak langsung menjual hingga batas HET. Jika masih bisa dijual di harga menengah, misalnya Rp35.000 atau Rp36.000, tentu itu lebih baik agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya. [eko brahma]
