![]() |
| Celana, tali pinggang dan kerangka korban menjadi petunjuk. (foto/ist) |
Rama (13), warga Jorong Pasar Lama, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, ditemukan, Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 23.30 WIB, dalam kondisi tinggal tulang belulang.
Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada 3 Januari 2026 di bawah Jembatan Batang Sikerbau. Jasadnya ditemukan di kawasan Lembah Gunung Intan, tepatnya di Divisi II Air Balam milik PT Bakrie Pasaman Plantations.
Tulang belulang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga Banjar Bahal yang tengah memanen sawit di sekitar aliran sungai kecil yang dikenal sebagai daerah rawan banjir.
Saat beraktivitas di kebun, warga tersebut melihat bagian tulang yang mencurigakan, kemudian menemukan bagian tulang lainnya secara bertahap di sekitar lokasi.
Di tempat yang sama juga ditemukan celana dan ikat pinggang yang dikenali sebagai milik Rama saat terakhir kali dilaporkan tenggelam.
Barang-barang tersebut menjadi petunjuk kuat bagi keluarga bahwa tulang belulang yang ditemukan merupakan korban yang selama ini dicari.
Warga yang menemukan kerangka tersebut sempat berupaya mencari bagian tulang lainnya di sekitar lokasi. Namun hingga malam penemuan, belum seluruh bagian kerangka berhasil ditemukan. Pencarian lanjutan direncanakan kembali dilakukan keesokan harinya sebelum proses pemakaman dilaksanakan.
Jarak antara lokasi awal korban dilaporkan hanyut dengan titik penemuan diperkirakan mencapai sekitar 20 kilometer. Hal ini menunjukkan kemungkinan kuat bahwa jasad korban terbawa arus sungai yang deras, terutama pada periode musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada warga yang pertama kali menemukan jasad korban serta masyarakat Banjar Bahal yang turut membantu selama proses pencarian.
“Kami atas nama keluarga dan warga Ujung Gading mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian semua pihak. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan,” ujar perwakilan keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait hasil identifikasi forensik maupun kepastian hukum atas temuan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika debit air meningkat. Suasana duka kini menyelimuti keluarga dan warga Ujung Gading yang akhirnya mendapatkan kepastian setelah penantian panjang penuh harap. [doni setiawan]
