![]() |
| Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara Leli Syafrizal Meninjau Imunisasi. (Foto/Ist) |
Hal ini disampaikan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Batu Bara, Leli Syafrizal, saat menghadiri kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) di Kantor Camat Air Putih, Indrapura, Kecamatan Air Putih, Jumat (10/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Leli meninjau langsung pelayanan posyandu kepada balita serta mengikuti pemberian vaksin secara simbolis bersama Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara, Renold Asmara, dan Kepala Puskesmas Indrapura, dr. Juni Hainarida.
Turut hadir Camat Air Putih bersama jajaran tenaga kesehatan yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Leli menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap manusia yang wajib dipenuhi. Menurutnya, perlindungan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa cakupan imunisasi yang tinggi dan merata sangat diperlukan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Namun, saat ini capaian imunisasi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Batu Bara, masih tergolong rendah.
“Indonesia harus mengejar ketertinggalan untuk menutup kesenjangan imunitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Pekan Imunisasi Dunia tahun 2026,” ujarnya.
Berdasarkan data laporan bulanan Kabupaten Batu Bara per 9 April 2026, target capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga Maret 2026 sebesar 23,25 persen. Namun realisasi yang tercapai baru 6,45 persen, sehingga dinilai belum optimal.
Salah satu kendala utama adalah masih adanya penolakan dari sebagian orang tua terhadap imunisasi anak. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari peningkatan edukasi masyarakat, optimalisasi peran tenaga kesehatan, peningkatan akses layanan, hingga penguatan kerja sama lintas sektor.
Selain itu, monitoring dan evaluasi khusus juga akan dilakukan terhadap puskesmas dengan capaian imunisasi rendah.
Mengakhiri sambutannya, Leli mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program imunisasi demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Imunisasi adalah investasi kesehatan masa depan. Anak-anak yang terlindungi akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. [Subari]
