![]() |
| Danlanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko Djoewari. (foto/ist) |
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Wakil Bupati Rianto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), personel TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta tokoh adat dan masyarakat Kabupaten Asahan.
Turut hadir antara lain Danlanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko Djoewari, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, Kajari Asahan Mochamad Judhy Ismono, Ketua Pengadilan Negeri Asahan Sayed Tarmizi, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Zainal Aripin Sinaga, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, hingga penyampaian amanat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Danlanal TBA Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko Djoewari membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tema peringatan tahun ini, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", disebut sebagai penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi bangsa dalam menciptakan perdamaian dunia.
Pidato tersebut juga menekankan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat keberagaman Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia, Pancasila tetap menjadi pedoman moral bangsa Indonesia.
Selain itu, seluruh elemen bangsa diingatkan untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan dan kehidupan bermasyarakat, serta bersama-sama melawan intoleransi, radikalisme, dan berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan nasional.
Usai upacara, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
"Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, kita diingatkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Taufik.
Menurutnya, tema yang diusung tahun ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Karena itu, seluruh masyarakat diharapkan terus menjaga kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Setelah pelaksanaan upacara daerah, Bupati Asahan bersama Forkopimda, pejabat Pemkab Asahan, dan peserta upacara melanjutkan kegiatan dengan menyaksikan secara virtual Upacara Nasional Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipusatkan di Gedung Pancasila, Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan tersebut juga diisi dengan menyaksikan pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui siaran langsung BPIP.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Asahan berharap nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat gotong royong semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat sebagai fondasi mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan.[ismanto panjaitan]
