![]() |
Mobil Damkar mengisi air ke rumah yang diduga pejabat, tapi diprotes warga. (Foto Ist) |
Aksi protes dipicu kedatangan mobil damkar yang disebut-sebut mengisi pasokan air ke rumah pejabat tersebut. Sementara di saat yang sama, warga sekitar mengaku kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air mati sudah dari malam, tapi mobil damkar justru mengisi air ke rumah pejabat. Masyarakat tidak dilayani,” ujar salah seorang warga.
Terkait dengan persoalan tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kadis Damkarmat) Kota Medan Wandro Abadi Agnellus Malau menyatakan bahwa pihaknya tidak ada pilih kasih terhadap distribusi air bersih.
"Apa yang menjadi keluhan warga dan ramai diberitakan media itu tidak benar.Saat ini kami seluruh petugas sudah turun ke sejumlah wilayah yang terkena dampak matinya air bersih, total kami bekerja ekstra keras tanpa kenal lelah," kata Wandro.
Ia mengatakan pengisian air tersebut turut didampinggi pihak PDAM Tirtanadi. "Kita sudah cek dilapangan hal itu tidak benar.Karena saat pengisian air itu hadir pihak PDAM Tirtanadi.Dan semua warga yang terkena dampak kami akan bantu," ujarnya.
Kata, Wandro pihaknya juga bekerja atas adanya instruksi dari Wali Kota Medan agar membantu warga mendapatkan air bersih. "Seluruh armada kami kerahkan untuk mengisi air dirumah setiap warga.Karena sudah menjadi instruksi dari Bapak Wali Kota Medan kepada kami juga seluruh Camat yang wilayahnya terkena dampak agar membantu warga," katanya.
"Saat ini justru kami bekerja mengambil air dari PDAM Tirtanadi untuk distribusikan kepada warga.Jadi, siapa pun masyarakat butuh air kami langsung kerahkan armada.Dan kordinasi terus kami lakukan Camat saat ini, total seluruh armada sudah turun tanpa henti ," tutup Wandro.[romulo]
