![]() |
| Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menghadiri Penahbisan Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), di Gereja HKBP Kisaran Kota. (foto/ist) |
Kehadiran Bupati bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis serta penguatan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.
Acara penahbisan berlangsung khidmat dan dihadiri Ephorus HKBP Pdt. Viktor Tinambunan beserta jajaran HKBP Pusat, para pendeta Resort Distrik XIII HKBP, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Asahan, para jemaat, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Asahan menyampaikan ucapan selamat kepada para hamba Tuhan yang resmi ditahbiskan menjadi Pendeta HKBP. Menurutnya, penahbisan bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan awal dari amanah besar untuk melayani umat dengan kasih, ketulusan, dan penuh tanggung jawab.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Asahan, saya mengucapkan selamat kepada para hamba Tuhan yang hari ini ditahbiskan menjadi Pendeta HKBP. Selamat melayani dan mengemban panggilan mulia dalam membimbing umat," ujar Taufik.
Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Asahan merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Menurutnya, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan serta mendukung terwujudnya Kabupaten Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi kontribusi HKBP yang selama ini dinilai aktif mendukung pembangunan daerah melalui pelayanan gereja, pendidikan, kegiatan sosial, serta pembinaan umat.
"Peran gereja tidak hanya membangun kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat nilai moral, dan menjaga kerukunan antarumat beragama," katanya.
Sambung Taufik, komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama sebagai salah satu fondasi penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, pembangunan akan berjalan optimal apabila masyarakat hidup dalam suasana yang aman, damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menitipkan tiga pesan kepada para pendeta yang baru ditahbiskan. Pertama, menjadi perekat persatuan dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang serta terus menanamkan nilai-nilai toleransi.
Kedua, menjadi pelayan yang hadir di tengah berbagai persoalan umat, seperti kemiskinan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan keluarga.
Ketiga, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Ia menilai sinergi antara pemerintah dan tokoh agama menjadi faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Melalui momentum penahbisan tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap para pendeta yang baru ditahbiskan mampu menjadi pemimpin rohani yang membawa damai, memperkuat semangat persaudaraan, serta terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan umat beragama dan kemajuan Kabupaten Asahan.[ismanto panjaitan]
