![]() |
| Warga Binaan Wanita Lapas Labuhan Ruku Dibekali Keahlian Merajut Tas. (foto/ist) |
Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pelatihan merajut tas bagi warga binaan wanita sebagai bekal keterampilan dan peluang usaha setelah bebas menjalani masa pidana.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan dibimbing mempelajari teknik dasar hingga lanjutan dalam merajut tas menggunakan benang dan perlengkapan khusus. Hasilnya, mereka mampu menghasilkan berbagai model tas yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomis.
Selain mengasah keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, ketelitian, rasa percaya diri, serta meningkatkan produktivitas warga binaan selama mengikuti proses pembinaan di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan mengatakan, program pembinaan kemandirian merupakan salah satu prioritas dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan reintegrasi sosial.
"Melalui pelatihan keterampilan seperti merajut tas, kami berharap warga binaan memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun sumber penghasilan setelah kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu mencetak warga binaan yang mandiri, terampil, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.
Hasil karya warga binaan juga diharapkan tidak hanya menjadi bukti kreativitas, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kemandirian mereka dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.[subari]
