Wamenkes Tinjau Skrining TB di Simalungun, Bupati Anton Tegaskan Komitmen Wujudkan Eliminasi Tuberkulosis

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyatakan komitmennya mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui penguatan program skrining da

Editor: Admin
Wamenkes RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, meninjau pelaksanaan Skrining Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sumatera Utara, Rabu (22/7/2026).(foto/ist)
SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyatakan komitmennya mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui penguatan program skrining dan deteksi dini. 

Komitmen tersebut ditegaskan saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, dalam rangka meninjau pelaksanaan Skrining Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sumatera Utara, Rabu (22/7/2026).

Kedatangan Wamenkes disambut langsung Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar jamuan penyambutan di Hotel Niagara Parapat, Selasa (21/7/2026) malam. Wamenkes bersama istri, Linda Benyamin Paulus Octavianus, serta rombongan Kementerian Kesehatan RI dan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy juga menerima penyambutan adat melalui penyematan pakaian adat Simalungun sebagai bentuk penghormatan.

Kegiatan utama kemudian dilaksanakan di Aula Mes Pora-Pora, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Wamenkes menegaskan percepatan eliminasi tuberkulosis merupakan salah satu program prioritas nasional yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI. Menurutnya, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia sehingga diperlukan langkah luar biasa untuk menekan angka penularan.

Meski tingkat keberhasilan pengobatan pasien TB di Indonesia telah mencapai lebih dari 90 persen, Wamenkes mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah memperluas deteksi dini terhadap kontak erat, khususnya anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita.

"Selama ini pasien yang sudah sakit berhasil kita obati dengan baik. Tantangan berikutnya adalah memeriksa orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita TB agar dapat dideteksi lebih dini. Jika belum sakit dapat diberikan terapi pencegahan, sedangkan yang sudah terinfeksi segera diobati," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat, Kabupaten Simalungun telah menerima satu unit portable X-ray dan akan mendapatkan tambahan tiga unit lagi. Peralatan tersebut dinilai memudahkan tenaga kesehatan melakukan skrining hingga ke wilayah terpencil.

Ke depan, Kementerian Kesehatan juga akan melengkapi puskesmas, khususnya puskesmas rawat inap, dengan fasilitas X-ray permanen yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi berbagai penyakit, seperti tuberkulosis, gangguan paru, penyakit jantung, hingga tumor.

Wamenkes menegaskan keberhasilan eliminasi TB tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TP PKK, kader kesehatan, camat, pangulu, lurah hingga masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penanganan TB di Kabupaten Simalungun.

Ia menegaskan Pemkab Simalungun siap mendukung penuh percepatan eliminasi TB melalui pelaksanaan skrining terintegrasi Cek Kesehatan Gratis.

"Kabupaten Simalungun memiliki wilayah yang luas, terdiri dari 32 kecamatan, 386 nagori, 27 kelurahan, dan 46 puskesmas. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk memperkuat penemuan kasus TB secara aktif hingga ke pelosok desa," kata Anton.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola, bukan hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan.

Pemkab Simalungun juga telah menetapkan 228 lokasi pelaksanaan Skrining TB CKG sebagai upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan dan mempercepat penemuan kasus di masyarakat.

"Kehadiran Bapak Wakil Menteri Kesehatan menjadi penyemangat bagi seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terlewat dari skrining, diagnosis, maupun pengobatan TB hingga tuntas," ujarnya.

Anton berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana kesehatan seperti penambahan Mobile X-Ray, terus ditingkatkan agar pelayanan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

Ia optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu mewujudkan target eliminasi tuberkulosis sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Simalungun.[zai]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com