![]() |
| Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE. (foto/ist) |
Aksi nyata warga ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi hangat dari Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Sumatera Utara yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, SE. Ia memuji kekompakan dan semangat kebersamaan warga yang tidak tinggal diam menghadapi fasilitas umum yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Apresiasi setinggi-tingginya kita berikan kepada warga yang tergabung dalam wadah Semesta Merestui. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang luar biasa. Gotong royong membuktikan bahwa semangat kebersamaan warga masih sangat kuat di tengah keterbatasan penanganan infrastruktur," ujar Hasyim, SE didampingi Bendahara DPC, Ust. Fuad Akbar, M.Sos saat meninjau lokasi jalan rusak tersebut.
Koordinator Semesta Merestui, Merry Chang, mengungkapkan bahwa pembentukan wadah ini lahir dari keresahan bersama. Sudah lama jalan ini rusak dan setahun belakangan makin parah rusaknya sehingga kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim hujan tiba di mana lubang-lubang tersebut tertutup genangan air.
"Kami sudah lelah menunggu dan mengeluh. Karena tidak ingin ada korban jiwa lagi akibat kecelakaan di jalan ini, akhirnya kami berinisiatif berhimpun lewat wadah Semesta Merestui, menggalang dana secara transparan dari warga dan para donatur, lalu bergotong royong membeli material untuk menimbun jalan yang rusak," jelas Merry Chang.
Senada dengan Merry, salah seorang warga setempat, Indah, mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi swadaya ini. Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang sebelumnya sangat menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.
"Jalannya parah sekali, Bu. Banyak pengendara sepeda motor, terutama ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, sering terpeleset dan jatuh di sini. Kami sangat berterima kasih kepada Semesta Merestui dan para tetangga yang bergotong royong. Setidaknya sekarang jalannya sedikit lebih rata dan aman untuk dilalui," ungkap Indah.
Meski mengapresiasi aksi tanggap darurat yang dilakukan oleh warga, Hasyim, SE menegaskan bahwa penimbunan swadaya ini hanyalah solusi sementara. Tanggung jawab perbaikan infrastruktur jalan utama secara permanen tetap berada di tangan pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).
Hasyim mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara agar tidak menutup mata dan segera memprioritaskan perbaikan permanen di Jalan Veteran Psr IX.
"Gotong royong warga ini harus menjadi alarm pengingat bagi pemerintah, khususnya Pemprovsu. Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian dan keselamatan masyarakat. Kita meminta agar Pemprovsu melalui dinas terkait segera mengalokasikan anggaran dan menurunkan alat berat untuk melakukan perbaikan total di jalan ini, bukan malah membiarkan warga terus-menerus berinisiatif sendiri," tegas Hasyim.
Ia menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat ini agar segera mendapatkan perhatian serius dari instansi berwenang di tingkat Provinsi Sumatera Utara. [zai]
