![]() |
| Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Kelas I Medan. (foto/ist) |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kerohanian untuk memperkuat mental, spiritual, moral, serta kepedulian sosial Warga Binaan.
Kegiatan diisi dengan ceramah keagamaan dan doa bersama. Peringatan Maulid Nabi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menanamkan keteladanan akhlak Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara Warga Binaan, petugas pemasyarakatan, serta pihak yang terlibat dalam kegiatan.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter Warga Binaan.
“Semoga momen penuh kebersamaan ini membawa kedamaian, mempererat tali silaturahmi, dan menginspirasi kita semua untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim yang melibatkan Warga Binaan dan petugas.
Menurut Fonika, kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya menumbuhkan semangat berbagi, sehingga pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada keamanan dan pengawasan, tetapi juga pengembangan kepribadian serta kepedulian terhadap sesama.
Lapas Kelas I Medan berkomitmen melanjutkan pembinaan kerohanian dan program sosial secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan Warga Binaan menuju reintegrasi sosial.
Melalui pelayanan yang profesional, pendekatan humanis, serta sinergi dengan berbagai pihak, pembinaan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku dan membentuk Warga Binaan yang lebih siap kembali ke tengah masyarakat. [rasid]
