![]() |
| Peserta Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 Polres Batu Bara. (foto/ist) |
Apel dipimpin Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, didampingi Kapolres Batu Bara Doli Nelson Nainggolan. Bertindak sebagai Perwira Apel yakni AKP Simon E. Simatupang.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Komando Distrik Militer 0208/Asahan yang diwakili Danramil Limapuluh Kapten Inf Surbakti, Asisten I Pemkab Batu Bara Reynold Asmara, perwakilan Kejaksaan Negeri Batu Bara, Wakapolres Kompol Supendi, serta para pejabat utama Polres Batu Bara.
Operasi Ketupat Toba 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Peserta apel terdiri dari sejumlah satuan setingkat peleton (SST), antara lain personel Polres Batu Bara, Komando Distrik Militer 0208/Asahan, personel Batalyon Infanteri 126/Kala Cakti, Satlantas Polres Batu Bara, Sat Samapta, Satreskrim, staf Polres, serta personel dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara.
Dalam amanat Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Kapolres Batu Bara, disampaikan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, apel tersebut juga menjadi wujud komitmen dan sinergi lintas sektoral dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode mudik dan perayaan Lebaran.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Meski demikian, aparat diminta tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan mobilitas masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri bersama TNI dan instansi terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 secara terpusat dengan melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Selain itu, disiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan menjadi pusat informasi sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa mudik Lebaran.
Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek, termasuk masjid, lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Di akhir amanatnya, Kapolri juga menyampaikan ucapan kepada seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri.
“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga seluruh rangkaian pengamanan berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut. [subari]
