Dari Sanggar PMI ke Mimpi Go Global, Pak Dian Zulaika Tebar Inspirasi di Permai Penang

Permai Penang Sambut Kedatangan Tamu Dari Medan

Editor: Admin

Pengurus Sanggar Permai Berfoto Bersama. (Foto/Ist) 
PENANG – Setelah sekian lama mendengar cerita dari berbagai tokoh masyarakat Sumatera Utara, seorang pengusaha sukses asal Medan akhirnya berkesempatan melihat langsung perjuangan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. 

Kunjungan itu berlangsung di Sanggar Bimbingan (sekolah informal) yang dikelola NGO Permai Penang di bawah pimpinan Eddy Virgo.

Anak-anak yang belajar di sanggar tersebut merupakan anak-anak PMI yang lahir tanpa dokumen resmi, dari ibu WNI dan ayah warga negara asing sesama pekerja migran. Kondisi tersebut membuat mereka tidak memiliki kewarganegaraan dan terhambat mengakses pendidikan formal sebagaimana anak-anak lainnya.

Saat ini, NGO Permai Penang mengelola dua sanggar bimbingan. Pertama, Sanggar Bimbingan Permai Penang yang berlokasi di Kompleks Bukit Jambul, Penang, dipimpin oleh Kepala Sanggar Agung. Kedua, Sanggar Bimbingan Permai Kulim di wilayah Kedah yang dipimpin oleh Mohd Mukotib. Dari dua sanggar ini, sekitar 100 anak murid mendapatkan pendidikan dan pembinaan.

Dalam kunjungan tersebut, Pak Dian—seorang usahawan sukses dari Kota Medan sekaligus pemilik Zulaika Pusat Oleh-Oleh & Jajanan Khas Sumut—diperkenalkan kepada para murid dan PMI oleh Eddy Virgo. Ia kemudian diminta menyampaikan motivasi berdasarkan perjalanan hidup dan usahanya.

Di hadapan anak-anak sanggar dan para PMI, Pak Dian berbagi kisah bagaimana usaha kuenya bermula dari sekadar iseng hingga berkembang menjadi legenda kuliner Sumatera Utara. Ia menekankan bahwa merintis usaha bukan perkara mudah, penuh cobaan dan rintangan, namun pantang menyerah adalah kunci.

“Kadang musibah justru membuka jalan baru yang lebih cemerlang,” ujarnya.

Saat ini, Zulaika telah memiliki 8 outlet di Indonesia. Bahkan, Pak Dian menyampaikan kemungkinan Permai Penang menjadi Outlet Zulaika ke-9 di luar Indonesia. Sebagai langkah awal, ia berencana mengirim kue Zulaika ke Penang untuk dibagikan gratis kepada para guru (cikgu) dan murid sanggar sebelum memberikan pelatihan penjualan dan pemasaran.

Ia juga berpesan agar para murid sungguh-sungguh belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan oleh Permai Penang. Penguasaan bahasa Inggris menjadi perhatian khusus agar mereka mampu berkomunikasi lebih luas dan “go global”.

“Harus inovatif dan kreatif. Jangan terpaku pada satu produk. Di Zulaika, hampir semua oleh-oleh khas Sumut tersedia. One Stop Center,” tambahnya.

Beberapa pesan motivasi Pak Dian:

  • Ilmu, bahasa, dan pergaulan adalah kunci kesuksesan
  • Menguasai banyak bahasa untuk bisa go global
  • Cobaan bukan penghalang, tapi pendorong untuk maju
  • Usaha dan doa membuat pintu selalu terbuka

Kunjungan tersebut ditutup dengan pekikan slogan Permai Penang bersama Pak Dian, yang diabadikan dalam sebuah video. Sebelum meninggalkan lokasi, Pak Dian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengajar, relawan, serta mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai universitas di Indonesia yang mengabdikan diri di Sanggar Bimbingan Permai Penang.

Sambil mengacungkan jempol, ia menyebut mereka sebagai “pahlawan sejati, pahlawan tanpa tanda jasa.”[Subari]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com