Banjir Besar Medan Jadi Pelajaran, Pemko Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Musim Hujan

Pengalaman banjir besar yang melanda Kota Medan tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperkuat kesiapsiagaa

Editor: Admin
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap berbincang dengan utusan IOM di Balai Kota Medan. (foto/ist)
MEDAN – Pengalaman banjir besar yang melanda Kota Medan tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama menjelang musim hujan.

Selain menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah, bencana tersebut juga memperlihatkan kuatnya solidaritas kemanusiaan. Sejumlah pengungsi di Kota Medan bahkan turut membantu warga terdampak banjir.

Hal itu terungkap saat Pemko Medan menerima audiensi International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/8/2026).

Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap mengapresiasi dukungan IOM kepada Pemko Medan ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu.

Menurut Zakiyuddin, bencana tersebut menjadi salah satu peristiwa berskala besar yang membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, serta berbagai lembaga.

“Sesama manusia tetap saling tolong dan membantu. Terima kasih IOM telah membantu Pemko Medan saat bencana banjir tahun lalu,” ujar Zakiyuddin.

Zakiyuddin mengatakan Pemko Medan terus melakukan rapat dan koordinasi untuk mengantisipasi potensi banjir. Langkah tersebut dilakukan seiring memasuki September yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi, terlebih Kota Medan menghadapi bencana besar dalam dua tahun berturut-turut.

Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan bencana. “Kami terus melakukan koordinasi dan rapat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir,” katanya.

Sementara itu, Chief of Mission IOM Indonesia Jeffrey Labovitz mengungkapkan jumlah pengungsi di Kota Medan saat ini sedikit di atas 1.000 orang. Angka tersebut menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar 2.200 orang.

Para pengungsi tersebut berasal dari 15 negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Afganistan dan Somalia.

Jeffrey mengatakan, salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi IOM selama menjalankan tugas di Medan terjadi ketika banjir besar melanda kota tersebut tahun lalu.

Di tengah situasi sulit, sejumlah pengungsi justru turut membantu warga yang terdampak banjir. Mereka ikut membersihkan rumah warga lanjut usia yang tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut secara mandiri.

Menurut Jeffrey, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh tanpa memandang latar belakang.

Mereka yang selama ini menerima bantuan juga dapat mengambil peran untuk membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya ketika bencana terjadi.

“Banyak pengungsi yang justru ikut membantu warga terdampak banjir, termasuk membersihkan rumah warga lanjut usia yang tidak mampu melakukannya sendiri,” ujar Jeffrey.

Jeffrey menambahkan, kunjungan IOM ke Balai Kota Medan juga menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada Pemko Medan atas dukungan berkelanjutan dalam menerima dan membantu para pengungsi.

“Kunjungan kali ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan berkelanjutan dalam menerima dan membantu para pengungsi, sekaligus memperkuat kembali hubungan baik antara IOM dan Kota Medan,” ungkapnya.[eko brahma]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com